Selasa, 30 Desember 2014

Kesan dan Pesan Ketua Marhalah Saat YUDISIUM




Kesan & Pesan Ketua LMDC
Yang Kami muliakan Bapak Ketua Yayasan Perguruan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Narmada
Yang Kami muliakan Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Narmada
Yang Kami hormati segenap Dewan Asatidz, para Tamu Undangan, beserta Santriwan dan Santriwati yang berbahagia. بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
 Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dia lah Tuhan yang Tuhan melainkan-Nya. Dialah Tuhan Yang Maha Melihat akan usaha dan perbuatan kita. Dia lah Tuhan Yang Maha Mendengar akan Do’a dan rintihan hamba-hamba-Nya. Yang Mengajarkan manusia agar memulai setiap amal perbuatan dengan menyeru nama-Nya. Dan mengakhirinya dengan ungkapan pujian bagi-Nya. Dialah Malikul mulki Dzul Jalali wal ikram Yang Maha Menguasai jagad raya, Maha Mulia lagi Sempurna
 Sholawat serta salam, tak mungkin terlupa kehariban junjungan Baginda Rasulullah Muhammad saw. Sang Nabi akhir zaman. Beliaulah yang telah dengan gigih menyebarkan islam tak peduli berapa dan bagaimana rintangan dan ujian yang datang. Satu kalimat dari itu semua, ialah
اِنَّ تَنْصُرُالله يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ
Jika kamu menolang (agama) Allah, Allah pun kan menolongmu & memperkuat kedudukanmu
 Baiklah, Para hadirin yang diharmati Allah.
 Berawal dari langkah kaki pertama, Rabu 16 Juli 2008. Dengan diantar oleh ibu bapak & keluarga bermulalah cerita itu dari sana.
 Setiap pagi diawali oleh bunyi lonceng, pertanda kehidupan baru telah dimulai. Berlanjut kepada pemberian kosakata bahasa Arab & bahasa inggris, 2 bahasa yang tak terkira pentingnya. 2 bahasa yang paling banyak dipergunakan diseluruh dunia.
 Sholat dhuha pun tak luput hari ini. Disaat matahari mulai menghangatkan dunia. Hingga bel berbunyi pertanda masuk kelas, namun sebelum itu kita berbaris untuk berdoa dan sesudahnya yang tak seragam diam di tempat tak boleh kemana-mana. Setelah cukup lama diberi hukuman barulah masuk kelas seperti biasa sampai zuhur berkumandang dan berlanjut lagi sampai waktu ashar.
 1 kali bunyi lonceng seusai ashar pertanda berlari menuju lapangan untuk berolahraga, aktivitas yang setidaknya membuat kami melupakan kesibukan-kesibukan & PR-PR yang telah diberikan dikelas.
 Bersingkatlah cerita menuju masjid, untuk sholat magrib berjama’ah. Mengaji melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
 Seusai isya’, hal yang paling berat bagi mereka santri yang tak mempersiapkan diri… muhadhorah inilah aktivitas yang membuat santri pura-pura sakit sampai berpuluhan, izin pulang bersama wali ke pengasuhan dsb… kakak beritahukan dik, kakak berdiri tegak disini karena muhadhorah, tak gentar & terbata-bata lagi seperti dulu… ini semua karena muhadhorah itu melatih kITA untuk percaya diri, berani dan anti gengsi.
 Hadirin sekalian.
Jujur adalah hal utama yang harus kita ingat karena orang jujur bukan takut karena orang tapi karena taqwanya kepada Allah, dan jujur adalah mata uang yang berlaku di mana saja dan kapan saja.
 Tangguh, pernah seseorang berkata “ aku bukan raja, aku bukan anak raja atau keluarga raja, kalau tidak keras dalam bekerja tak kan menjadi apa-apa “, oleh karenanya jadilah tangguh & pantang susah.
 Ada banyak bagian tubuh
 Dan semuanya kita butuh
 Jangan menjadi manusia rapuh
 Tapi Jadilah manusia tangguh
 Los Mukhovda Del Civza
 Sang proklamator pernah berkata:
 “Laki-laki dan perempuan adalah dua sayap Seekor burung, jika dua sayap sama-sama kuat
 Terbanglah burung itu sampai kepuncak yang setinggi-tingginya”.
 Umat muslim telah mundur dan tertinggal sejak abad ke 13 setelah melewati masa keemasan. Tapi sesudah itu kita tertinggal terutama setelah adanya renassaince di Eropa.
 Bersandar dari itu kami menyimpulkan bahwa kami “ Para Pumuda-pemudi Muslimlah , Dua Sayap Islam yang kan membawa Islam menuju puncak peradaban.
 Inilah abad 21, 8 abad sesudah itu telah terlahir 106 insan baru pada suatu waktu yang hampir bersamaan. Mereka saat ini adalah sayap-sayap baru itu, sayap-sayap masa depan islam. Mereka terduduk didepan, mencoba menyadarkan & memelopori kebangkitan itu menuju puncak peradaban… Los Mukhovda Del Civza… siapa saja mereka…. Inilah mereka.
“ sang pemandu dunia…. Yang kan mengajak generasi muda kita untuk melewati harinya tiada hari tanpa ceria , seterang api unggun pramuka“
 Saeful Muslim
 Mariono Andrian Sugobang
Nadia Qudsiati
Khaerunnisa
Leni Sugiani
Arina Haqonah

“ sang aksitektur abad 21, sang musisi dimasa nanti yang kan memimpin kita membangun bukti peradaban kebangkitan Islam Del Civza.
M. Abdai Ratomi
Rian Fadmala
Siti Nur Anshor Madaniah
Rina Hermayanti
Aulia Utami Rizkiana
Aulia Ulfah

“ sang pemilik pesta olahraga setiap jumat paginya, mengajak setiap orang untuk menggerakkan tubuhnya hingga meneteskan keringat “
M. Karim Amrullah
Juaini
L. Lazuardi karman Pratiwi
Gifa Suharianti
Fikri Asriani
Nurhidayati
Mayang Noor Oktaviana
Yeni Erya
Rohil Mayanti

“ sang palang merah , yang siap menolong mereka yang terluka entah dalam tragedi atau luka karena perang “
M. Ainul Birri
Prima Purna Dayfi
Asnawati
Hilmunayani
Rahma Imroati
Linda Sari
Rabiatul Adawiyah

“ sang penanggulangi kasus kelaparan, atau bahkan kekurangan gizi yang tanpanya setiap perut kan melakukan protes paduan suara “
Solehan
M. Ritwan Jayadi
Bq. Marlina Putri Pratama
Lilis Miningrum
Nia ariani
Malisa Holidatullah
Irayani
Nelly Serli Syaniar
Yulida Purnama Sari
Hendri Mariana
Nunung Supita Elisa
Alfiana Jauhariah
Julasris Prahara
Savitri Nurkomala

“Sang penakluk sampah nan kotor yang kan mengajak kita menjaga dunia dan kebersihannya karena kita bukan hanya 1 nusa, 1 bangsa ,1agama tapi juga 1 dunia “
Sahron Ali Hidayat
Kamsun Aris
Miftah Toha
Nia Purnama Sari
Nur Siti Hajar
Jumanim
Bq. Resi Astuti
Ilyana Latifah
Sari Utami
Devi Juniarti
Tri Yosi Guselandari

“ sang penyebar buku, yang kan menyebarkan buku kepada generasi muda kita yang kan membuka pemikiran mereka akan dunia dengan jendelanya, yaitu buku “
Thoyyiba Isrin
L. Santriaji Akbar
M. Fahrurrozi
Bq. Nur Sunita
Yulia Sudarmi
Surni
Bq. Yulia fitriani

“Sang penyampai berita, yang taka asing lagi terdengar suara mereka oleh santri ”.
Zakian Labib Faruq
Latifatuzzahro
Nining Sri Fahroyati
Yuli Hartini
Novi Anggraeni

“Sang penakluk kegelapan yang tak kan membiarkan 1 malam pun gelap tanpa terang, dengan kemampuan mereka dalam bidang kelistrikan.”
Ahmad Supiandi

Jumadil Akhir
Roni Hermandia

“Sang Pembela Kebenaran, penegak hukum dan disiplin, yang berpenampilan penuh wibawa dan tegas”.
Royyan Hadi
Pendi Azhar
M. Yuhibullah
Siti Hardianti Rubiah
Nurliadaeni
Shadiqoh Istiqomah
Husnul Khotimah
Nur’aini
Tri Sekar Buana

“Sang Penegak Sholat malam dan Subuh, yang mana mereka siap membangunkankan generasi muda kita dari tidur nyenyaknya”.
Rijal Samsul Haji
Joni Harianto
Ima Suciani
Siti Nur Nazifatul Makiah
Ulul Azmi
Syiah Munawwaroh
Maoizatul Hasanah

“ Sang penjaga mahkota pondok dengan Semboyan No Arabic, No English, No Service”.
L.Miftahul Azmi
Zainurrahaman
Fathul Royyan
Arina Amalia Prihartini
Hilyana Zilfit
Siti Fatimah
Yuliarti Arnaningsih
Sri Hidayati

“ Sang penilik bakat, baik dalam hal tulis-menulis maupun bidang Iptek dalam rangka membasmi gapitek ”.
M.Irfan
Khaerul Anwar
Husnul Khotimah
Dian Lestari
Titin Nusrawati Zayanah

“Sang pakar ekonomi, yang dengan sabar menghitung lembaran ajaib yang beredar dalam keorganisasian "
Rona Mandala Putra
Sukma Handayani
Bq. Lina Budiwarti

“Sang pencatat peristiwa-peristiwa penting selama periode yang dengan laptop kecilnya menyimpan beribu-ribu memori masa lalu”.
M. Dedat Dingkoroci Akasumbawa
Sartina Fatmi

“Sang Kapten yang mengajak kita untuk optimis akan Kebangkitan Islam di abad 21 ini.
Mereka lah teman yang menemani tak peduli malam dan siang, tak peduli susah dan senang, tak peduli galau dan riang, mereka selalu ada.
Muhammad Taofan Hidayat
L. Hafizon Rahman
Bq. Septin Afrilika Putri Kasandra
Widiatul Magfirah

 Teman, bolehkah aku bertanya pada kalian ?
Ingatkah saat dulu pertama bertegur sapa ?
ingatkah saat dulu bersama berbaris mengantri makan ? atau saat mengantri mandi ?
Ingatkah saat dulu berlari kencang menuju masjid ?
Dan Ingatkah saat tertangkap basah tak ikut salat jamaah ?
Ingatkah pula saat kita kita dihukum tak mengenakan seragam sekolah ?
Ingatkah juga ketika dipulangkan karena bolos ?
Ingatkah saat bahu-membahu menebang bambu untuk panitia PLP, DA, Maupun Pentas Seni ?
Ingatkah ketika kita tak sepaham dan terpecah belah ?
Ingatkah ketika hujan dan kita berlari bersama dibawahnya ?
Atau yang paling kalian ingat adalah ketika bertahan hidup dan menyambung hidup hanya dengan makan umbi-umbian dan dedaunan di hutan Kumbi sana ?

 Semua itu sudah tersimpan disini, Di memori kita semua.

 Ibarat janji dalam hati .
Tak dapat di ungkap sempurna oleh kata,
Tak dapat di baca jelas oleh mata
 Namun takkan terputus oleh masa
Dan amarah takkan membuatnya sirna.
Sedetik saja di mata
Hidup selamanya di jiwa
 Tak pernah berharap jadi orang paling penting
Dihidup mu ,mungkin itu terlalu besar bukan ?
Harap kami suatu hari nanti, jika terdengar oleh mu nama kami, bibir itu kan tergerak dan tersenyum seraya berkata ‘’ ia adalah sahabat ku
 Tetaplah menjadi sahabat kami
Bagaimana pun kami dan keadaan kami jangan lupakan kami walau tak bisa memberi lagi rasa bangga di hati mu .
Sahabatku terbanglah bersama cita-cita kalian, sebarkan angin Haramain keseluruh alam, walau mereka bukan Haramain agar supaya mereka tahu apa itu Nurul Haramain.
 Berjuanglah,.,.,.!!! dimanapun kau berpijak jadikan namamu diingat orang lain karena itu bagian dari do’a.
      حير الناس أنفعهم للناس

Mari bergerak dan jangan terdiam , tunggulah pertemuan kita di puncak kesuksesan peradaban LOS MUKHOVDA DEL CIVZA.
kepada seluruh guru-guru, kami ucapkan terima kasih setinggi-tingginya yang telah mengajari dan mendidik kami dengan ikhlas dan sabar dan maafkanlah kami jika selama ini tak menjadi siswa yang sebagaimana yang antum idam-idamkan.
 Kepada adek-adek Organisasi Pesan kami “Bantulah pondok ini, majukan ia kembali, jangan mudah lelah dan lemah, kami titipkan adek-adek kami, mohon di jaga dan di bimbing agar menjadi insan yang berguna bagi orang tua, keluarga, bangsa, agama dan dunia.
 Dan Alhamdulillah kami telah menghibahkan sebuah gerbang sebagai ujung pembuka untuk pondok tercinta, walau kecil tapi kami berharap bisa bermampaat untuk sseluruh penghuni kampong damai, harapan kami bagi adek-adek kelas 6 selanjutnya, berilah suatu hal yang bisa antum kenang untuk pondok tercinta.
 
 Kepada adik-adik santri santriwan maupun santriwati. Bersungguh-sungguhlah menuntut ilmu dipondok ini karena tiada orang yang dilahirkan dalam keadaan pintar.
قَعْلَمْ فَلَيْسَ المَرْءُ يُوْلَدُ عَا لمِاً
 Terima kasih pernah menjadi adik-adik yang mudah diatur, maupun susah diatur, menjadi adik-adik yang taat maupun tidak taat. Pesan kami kakakmu bersegeralah dewasa… islam menunggu kalian sebagai panji-panji barunya. Maafkan kami pula jika dulu selama menjadi santri tidak menjadi kakak yang baik dan sempurna, karena itulah hakikat manusia.
الاءِنْسا ن مكا ن الخطاء والنسيا ن
 Dan terakhir kepada orang tua kami, Inilah anak-anakmu, kini ia telah dewasa, telah siap menjulang ke angkasa, mengelilingi dunia dan melanglang buana, percayalah pada kami anak-anakmu bahwa kami siap menaklukkan dunia.
 Khusus Kepada sahabat-sahabat yang mengabdi…
Mari kita berjuang untuk memperjuangkan pondok kita, dan ingatlah tiada perjuangan tanpa pengorbanan. “ Nurul Haramain besar karena Pengabdian oleh karena pondok harus didukung, dijunjung, dibela dan diperjuangkan “.
 Akhirnya inilah kami siap melangkah hendak maju, di akhir dari yang dulu menuju awal dari yang baru.
 Inilah kata-kata terakhir dari kami, santri kelas 6 KMI. Maafkanlah jika kiranya ada kata yang tak berkenan dihati , dan tak lupa pula kami ucapkan terima kasih atas segenap perhatian.
 Sebelum menutup pidato ini, saya hendak mendengar motto kita. One Heart One Promise One Purpose. Los Mukhovda Los Mukhovda Del Civza.
 One Heart
  One Promise
   One Purpose
 Hhmmm….. mumtaz Allahuakbar
 Sekian, dan terima kasih

 Wallahul Muwafiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad
والسلا م عليكم ور حملة الله وبركا ته

Tidak ada komentar:

Posting Komentar